Month: September 2017

Tentunya saat ini mudah untuk mencari informasi mengenai bagaimana cara menyusun laporan keuangan, tetapi mungkin saja informasi yang didapatkan kurang sesuai dengan keinginan.

Khususnya untuk mereka pelaku UKM yang ingin mendapatkan ilmu mengenai cara menyusun laporan keuangan, cukup sulit untuk mendapatkan hal yang di inginkan. Karena mayoritas informasi yang di dapatkan di internet berisi istilah-istilah yang cukup rumit dan hasilnya pelaku UKM tidak dapat menerapkan ilmu yang ia peroleh secara maksimal, padahal cara menyusun laporan keuangan salah satu kunci sukses untuk menjalankan usaha.

Penting pagi pengusaha untuk mengetahui bagaimana cara menyusun laporan keuangan baik itu UKM atau pengusaha dengan skala yang besar. Sebab laporan keuangan tidak hanya berfungsi untuk mencatat laba untung dan rugi. Tetapi, juga memiliki fungsi sebagai sumber informasi untuk memecahkan masalah yang mungkin saja dihadapi dalam bisnis.

Bagi pengusaha berskala besar laporan keuangan diperlukan sebagai bukti ketika membuat laporan pajak dan bagi UKM laporan keuangan berguna untuk melihat perkembangan usaha, sehingga pelaku UKM memiliki arah yang jelas untuk mengembangkan usaha. Berikut ulasan mengenai cara membuat laporan keuangan sederhana dan diolah dengan bahasa yang cukup mudah untuk dipahami.

Mengenal Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Dasar ilmu laporan keuangan adalah ilmu akuntansi, oleh karena itu anda perlu memahami sedikit mengenai ilmu akuntansi dan istilah yang berkaitan didalamnya. Mungkin terdengan rumit tetapi secara garis besar ilmu ini hanya menggunakan beberapa teknik, yaitu pencatatan, dan penggolongan. Semua aktifitas diatas akan digabungkan menjadi laporan keuangan.

Neraca Keuangan

Pada dasarnya, neraca keuangan berguna untuk mengetahui dimana posisi keuangan perusahaan dari waktu kewaktu. Neraca juga diperlukan untuk mengetahui nilai perusahaan setelah menjalankan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan masalah keuangan.

Karena neraca dibuat setahun sekali, hal ini dapat membantu pengusaha untuk melihat apakah kondisi usaha anda mengalami kenaikan omset atau malah mengalami penurunan.

Neraca menggunakan beberapa unsur yang memiliki garis besar dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: harta, kewajiban, dan modal.

Harta disini merupakan seluruh kekayaan (keuangan) yang dimiliki perusahaan atau UKM, terdiri dari pemasukan keuangan bulanan, harian, dan tahunan. Dan harta tidak berwujud, seperti brand dagang (merek dagang), hak paten merek, biaya sewa alat, dan sebagainya. Neraca keuangan juga mencatat utang yang dimiliki oleh perusaan, disini kita dapat menghitung bagian apa saja yang dapat dikurangi dan ditambahkan untuk memaksimalkan usaha.

Laporan Laba/Rugi

Sesuai dengan kalimatnya, laporan laba/rugi berisi mengenai laporan tentang selisih pendapatan setelah dikurangi dengan beban atau biaya-biaya yang digunakan ketika menjalankan usaha. Laporan laba dapat digunakan untuk menentukan kebijakan atau sebagai dasar ukuran seperti untuk melihat tingkat pengembalian investasi atau rugian perusaan dalam sisi keuangan.

Laporan Perubahan Ekuitas

Ekuitas disini dapat diartikan sebagi modal atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, misalnya setiap harinya untuk menjalankan usaha, menggunakan asset (aktiva) seperti mesin menggiling, pengering atau sebagainya, dan dikurangi dengan kewajiban (pasiva) yaitu hal yang harus dibeli untuk menjalankan asset anda, seperti solar, bensin, listrik, dan sebagainya.

Laporan ekuitas disini dapat membantu menghitung selisih biaya ketika hal kewajiban mengalami perubahan, seperti
kenaikan harga dan semacamnya. Sehingga perusahaan anda memiliki catatan mengenai perubahan dan menentukan kebijakan selanjutnya.

Laporan Arus Kas

Seperti dengan namanya laporan arus kas berisi segala informasi yang memiliki hubungan dengan kas masuk dan keluar dari periode yang ditetapkan, misalnya seminggu, sebulan, atau pertiga bulan. Laporan arus kas juga harus berhubungan dengan waktu pencatatan, laporan arus, sebagai syarat mengenai perubahan pemasukan perusahaan.

Catatan Untuk Laporan Keuangan

Berisi tentang laporan keuangan yang telah dilakukan, catatan laporan keuangan adalah wadah untuk mencatat informasi mengenai laporan keuangan perusahaan. Penjelasan secara garis besar mengenai perubahan yang terjadi pada perusaahan. Catatan disini juga dapat bersifat naratif untuk informasi pribadi bagi perusahaan anda.

Segala poin diatas merupakan cara bagi seorang pengusaha untuk memudahakan pembuatan laporan keuangan, serta cara diatas akan lebih mudah untuk dilakukan dengan konsisten dan disiplin untuk memasukan nilai pada buku-buku catatan anda, karena inti dari laporan keuangan adalah mencatat dan melakukan rutinitas dengan waktu yang tepat serta tidak ditunda-tunda agar tidak menghambat arus proses laporan keuangan.

Pada dasarnya untuk membuat laporan keuangan tidaklah sulit, hanya dibutuhkan kemauan bagi pengusaha untuk lebih teliti untuk mengelola keuangannya yaitu dengan cara melakukan pencatatan beragam transaksi dengan lebih disiplin, pemeriksaaan rutin laporan, pengecekan bahan, dan pembahasaan yang berkaitan analisa laporan keuangan perusahaan itu sendiri.

Jika dengan penjelasan diatas anda masih kesulitan untuk memahami, anda dapat melihat contoh-contoh laporan keuangan yang dapat anda temukan di internet dan bagaimana cara membaca laporan keuangan, dengan begitu anda dapat lebih mudah untuk membuat dan menerapkan pada laporan keuangan anda.…